Real Madrid Tak Pernah Menyerah Di La Liga

Real Madrid Tak Pernah Menyerah Di La Liga

Setelah berhasil meraih empat kemenangan beruntun, Real madrid kembali telan pil pahit dalam lanjutan La Liga Spanyol kala bertandang ke markas Espanyol. Namun, ditegaskan bek Raphael Varane bahwa kekalahan tersebut tak lantas membuat Los Blancos menyerah dalam perburuan gelar Juara La Liga.

Real Madrid Tak Pernah Menyerah Di La Liga

Harus diakui bahwa tim arahan Zinedine Zidane memang tampil superior musim kemarin, dengan keberhasilan mereka mempertahankan titel Liga Champions Eropa dan mengawinkannya dengan trofi La Liga Spanyol. Tapi pada kampanye musim 2017/18 ini, performa Cristiano Ronaldo cs seolah melempem.

Dengan komposisi pemain yang tak jauh berbeda dengan musim lalu, Zinedine Zidane dan timnya gagal bersaing di puncak klasemen, mereka saat ini bahkan tertinggal 14 poin dari Barcelona yang berada di puncak, dan duduk di posisi ke-3. Tak hanya itu, Madrid juga gagal finish sebagai pemuncak klasemen di Fase Group Liga Champions.

Kendati demikian, dalam beberapa pekan terakhir ini, performa Real Madrid terbilang membaik, mulai dari kemenangan atas Valencia, atas Paris saint-Germain dan dan beberapa lainnya. Mereka bahkan berhasil menggeser Valencia dari posisi ke-3 di klasemen Liga.

Hanya saja, dalam laga simpanan melawan Espanyol pada rabu dinihari WIB Kemarin (28/02) waktu setempat, secara mengejutkan Los Blancos kembali telan kekalahan. Ya, mereka telan kekalahan tipis 1-0 dari tim tuan rumah akibat gol tunggal Gerard Moreno. Dengan kekalahan tersebut, Madrid kian tertinggal dari Barcelona.

Namun demikian, bek tengah Raphael Varane menegaskan bahwa timnya tidak akan lempar handuk begitu saja dalam perburuan gelar La liga spanyol.

“Kami tidak akan lempar handuk di La Liga. Kami hanya kurang konsisten. Tidak ada penjelasan yang pasti soal ini. Kami bermain bagus di babak pertama, dan kemudian semuanya mengalami penurunan. Kami tidak bermain bersama. Babak kedua begitu buruk. Saya kira ini tidak akan mempengaruhi pertandingan melawan PSG.” Demikian kata Varane sebagaimana dilansir Marca.

Selebrasi Gol, Pogba Dan Lingard Tiru Gerakan di Film Superhero

Selebrasi Gol, Pogba Dan Lingard Tiru Gerakan di Film Superhero

Gelandang Manchester United, Paul Pogba, mungkin tidak sedang berada dalam situasi yang bagus di Manchester United saat ini, tapi dia tetap menikmati aksinya di atas lapangan. Buktinya, pemain Prancis itu melakukan aksi Selebrasi unik dengan Jese Lingard selepas terciptanya gol kedua kontra Chelsea akhir pekan kemarin.

Selebrasi Gol, Pogba Dan Lingard Tiru Gerakan di Film Superhero

Seperti diketahui, Pogba belakangan ini memang jarang dimainkan sebagai starter oleh manajer Manchester United, tapi seirign dengan cedera yang dialami Ander Herrera, mantan pemain Juventus tersebut kemudian diturunkan sejak menit pertama dalam laga kontra Chelsea akhir pekan kemarin.

Manchester United sendiri pada akhirnya berhasil meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut. Usai sempat tertinggal oleh Gol Willian, Setan Merah kemudian membalas lewat gol Romelu Lukaku, dan jelang berakhirnya pertandingan gelandang Jese Lingard memastikan tiga poin bagi tuan rumah.

Nah, selepas Lingard mencetak gol, winger timnas Inggris tersebut melalukan aksi selebrasi unik bersama dengan Pogba. Selebrasi itu diketahui adalah sebuah tarian dari sebuah film superhero layar lebar berjudul ‘Black Panther’, dengan dikenal sebagai tarian Wakanda, asal muasal dari Superhero bernama ‘Black Panther’ yang merupakan raja Wakanda, T’Challa.

Lingard dan Pogba tampak saling berhadapan di pojok lapangan. Dengan gerakan yang kompak, mereka sedang menirukan gerakan salam Wakanda seperti dalam film Black Panther. Dalam film, gerakan tersebut dilakukan oleh T’Challa dan adiknya: Shuri.

Ini membuktikan bahwa Pogba memang memiliki kedekatan yang khusus dengan rekannya ketika masih di tim muda Manchester United tersebut.

Kemanganan ini membuat Manchester United kembali mengambil alih peringkat ke-2 dari tangan Liverpool. Namun demikian, mereka masih tertinggal 13 angka dari Manchester City yang duduk di tampuk klasemen sementara.

Sejarah Berdirinya Estadio Santiago Bernabeu

Sejarah Berdirinya Estadio Santiago Bernabeu

Selama ini kita mengenal baik Stadion Santiago Bernabeu sebagai markas Resmi Real Madrid. Stadion tersebut juga telah menjadi saksi lahirnya sejumlah legenda sepakbola, saksi bisu keberhasilan Real Madrid dalam memenangkan titel juara di berbagai kompetisi sejak puluhan tahun silam. Namun, mungkin hanya sedikit yang tahu tentang sejarah berdirinya stadion mewah nan megah ini.

Sejarah Berdirinya Estadio Santiago Bernabeu

Sebenarnya, Stadion Santiago Bernabeu sendiri dulunya bernama Chamartin Tua, sebuah lapangan sepakbola yang tersisa dari sisa perang dunia ke-2. Saat akan direnovasi oleh Real Madrid, kondisi lapangan tersebut cukup memprihatinkan, sehingga Los blancos kala itu menghabiskan dana yang cukup besar untuk memperbaiki stadion secara keseluruhan.

Akhirnya, pada Oktober 1939, Stadion tersebut kembali dibuka untuk umum, dengan pertandingan pembuka yang mempertemukan derby Madrid antara Real Madrid melawan Atletico Madrid, dimana kala itu Real Madrid berhasil menang dengan skor tipis 2-1. Perlahan, Stadion terus direnovasi dan menjadi total 25.000 Kursi, namun angka tersebut rupanya tidak sanggup memenuhi permintaan para penonton.

Santiago Bernabeu sendiri adalah nama dari legenda Real Marid yang sukses sebagai pemain, pelatih lantas ditunjuk untuk jadi Presiden Klub sejak tahun 1943. Di periode kepemimpinannya, Santiago Bernabeu langsung menerapkan ide renovasi stadion, mimpinya adalah membangun stadion yang mampu menampung hingga 100 Ribu Penonton.

Sebuah stadion yang luar biasa tertulis di halaman sejarah Real Madrid. Chamartín Baru menjadi sebuah lapangan terbaik di Eropa dan salah satu yang paling modern di dunia. Pada kesempatan peresmiannya pada bulan Desember 1947, tim Madrid menang atas tim juara Portugal, Os Belenenses (3-1) menang. Barinaga mencetak gol pertama dan tertulis dalam sejarah skenario ini.

Nama Stadion Chamatin baru berubah menjadi Estadio Santiago bernabeu sejak tahun 1955, dengan nama sang legenda Santiago bernabeu yang diabadikan oleh klub mengingat jasanya dalam revolusi besar Real madrid ketika itu.